Perkembangan 2 dekade terakhir semua gaya ini telah diramu menjadi gaya campur sari yang mempunyai karakterisktik sama yaitu;Kecepatan dan bertenaga – ball possession berujung dribbling menusuk kotak penalti – menekan lawan yang memainkan bola dengan keras – dan variasi umpan terobosan silang.
Dibawah ini diuraikan beberapa ringkasan:
1. Pertarungan tim menggunakan kecepatan, kekuatan dan keterampilan tinggi/akrobatik
2. Daya serang oleh pemain pengatur (play maker), pendobrak/pekerja keras, wing back yang maju dari belakang
3. Rangkaian permaianan segitiga yang berubah terutama mulai dari sepertiga lapangan kearah gawang musuh.
- Sepertiga lapangan daerah sendiri beresiko mendrible bola
- Sepertiga lapangan daerah tengah boleh mendrible untuk merusak konsentrasi pertahanan lawan atau untuk tetap menguasai bola.
- Sepertiga lapangan daerah musuh mendrible untuk membuka peluang mencetak gol.
4. Setiap pemain harus menyerang dan sekaligus bertahan
5. Keseimbangan memegang/memainkan bola setiap pemain hanya boleh
maksimal memegang/menyentuh bola selama maksimal total 3 menit untuk masa 2 X 45 menit.
6. Bangun serang dari bawah melalui operan dari kaki ke kaki terutama operan bawah (untuk pemula). Bila perlu operan kebelakang pada rekan yang mendukung (jika pemain yang memegang bola ditekan oleh lawan dan rekannya didepan dijaga ketat.
7. Serangan balik melalui operan atas jauh atau terobosan dilakukan bila pemain pengumpan sudah mahir memberikan operan secara cepat dan akurat (fast break)
8. Membuat serangan yang diatur dari permainan (set piece) melalui kombinasi atau variasi menyerang al., umpan terobosan murni - umpan terobosan dengan kombinasi satu dua, umpan tarik dari belakang garis gawang musuh, umpan silang, dan umpan bola atas.
9. Alir bola dari kaki ke kaki harus begulir cepat melalui operan sesuai kebutuhan. Operan datar pendek untuk permainan segi tiga. Operan datar panjang untuk memindahkan bidang permainan,
10. Pergerakan pemain harus selalu berpindah sesuai irama dan kebutuhan operan, serangan dan bertahan.
11. Irama permainan diatur terutama oleh centre back, gelandang tengah, pekerja keras (worker) yang mempunyai teknik tinggi giring bola (dribbling ) yang prima dan stamina yang bagus.
12. Semua pemain harus mampu berlari; terus perlari sepanjang waktu permaianan.
13. Menggunakan variasi pola bermain; 4 – 4 – 2, 4 – 3 – 3, 3 – 5 -2 dan kreasi lain seperti 4 - 2 – 3 – 1 dan beberapa lagi
14. Untuk pemain pemula atau junior, pilihan pertama yang banyak dipraktekkan adalah menggunakan pola 4 – 3 – 3 yang lebih berani meyerang dengan 3 striker.
15. Panduan pola 4 – 3 – 3 secara ringkas:
- 4 pemain bertahan memposisikan dalam bentuk layangan dengan pinggang sempit. Seorang pemain belakang ditengah bertindak sebagai sweeper, orang terakhir yang menghalau, memblok serangan striker lawan. Seorang pemain bertindak sebagai back tengah, berdiri agak kedepan sedikit menyamping dari sweeper.
- 3 gelandang membantu penyerangan dan juga bertahan. Posisi bertahan yang lebih ketat dilakukan oleh 2 gelandang yang lebih masuk kedalam. Sedangkan salah seorang gelandang agak kedepan membantu 3 striker (lihat peran Firman Utina di tim Nasional Indonesia 2008/09).
- 3 striker menyerang melalui saling kerja sama dan dibantu oleh seorang atau 2 gelandang
- Bila diperlukan pada situasi sulit dimana pemain lawan lebih banyak jumlahnya didaerah pertahanan, back kiri atau kanan boleh naik membantu dengan lari overlapping.
source: http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150253077348616


0 komentar:
Posting Komentar